Perbankan Dasar

adalah sebuah mata pelajaran yang membahas seputar sejarah perbankan, lembaga keuangan bank dan non bank serta kegiatan dalam perbankan.

Administrasi Pajak

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Komputer Akuntansi

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Admiistrasi Umum

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Produk Kreatif dan Kewirausahaan

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Ekonomi Bisnis

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Mei 2023

Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup

 Apakah Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup atau K3LH? 

KESEHATAN dan keselamatan kerja menjadi faktor penting dalam dunia industri atau perkantoran yang menggunakan komputer dalam jumlah banyak. Selain itu, pengguna komputer pribadi pun perlu menerapkan prinsip menjaga kesehatan dan keselamatan kerja menurut petunjuk yang sudah ada. Seseorang menggunakan komputer dalam kehidupan kegiatan sehari-hari, baik untuk pekerjaan, pendidikan, ataupun hobi tetap harus memperhatikan prinsip-prinsip kesehatan agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan.

 Bekerja dengan kondisi sehat akan memberikan hasil pekerjaan lebih baik dibandingkan pekerjaan kurang sehat. Keselamatan dalam lingkungan kerja yang terjamin akan menumbuhkan kenyamanan pekerja dalam bekerja sehingga akan mendapatkan hasil yang baik. Selain menjaga kesehatan dan keselamatan dalam bekerja, kita juga harus menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat. 

 Prinsip kesehatan dan keselamatan kerja tersebut disebut dengan K3LH. Nah, apakah itu K3LH? Berikut penjelasannya yang dilansir dari buku pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar untuk SMK/MAK Kelas X dengan penulis Hanifah Wijayanti dan Penerbit CV Putra Nugraha.

 Definisi K3LH 

Kesehatan, keselamatan kerja, dan lingkungan hidup (K3LH) adalah suatu upaya perlindungan agar tenaga kerja selalu dalam keadaan sehat dan selamat selama melakukan pekerjaannya di tempat kerja, termasuk juga orang lain yang memasuki tempat kerja dan proses produksi berjalan dengan aman. K3LH diterapkan dalam usaha mencegah kemungkinan terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Alasan utama perusahaan menerapkan K3LH untuk memenuhi hak asasi manusia pekerja, mengurangi beban ekonomi pekerja, dan diwajibkan Undang-Undang Tenaga Kerja. 

Tujuan K3LH 

1. Melindungi dan menjamin pekerja atas hak keselamatannya ketika melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produktivitas kerja. 

2. Memelihara sumber produksi agar dapat digunakan secara aman dan efisien.

 3. Menjamin keselamatan orang lain yang berada di tempat kerja. 

4. Mengurangi biaya perusahaan jika terjadi kecelakaan. 


Sasaran K3LH 

1. Tumbuhnya motivasi untuk bekerja secara umum. 

2. Terciptanya kondisi kerja yang tertib, aman, dan menyenangkan.

3. Mengurangi tingkat kecelakaan di lingkungan kerja. 

4. Tumbuhnya kesadaran tentang pentingnya makna keselamatan kerja di lingkungan kerja. 

5. Meningkatkan produktivitas kerja. 

Faktor yang berpengaruh 

Faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan dan keselamatan kerja yaitu kebersihan air minum, ventilasi, pemanas pendingin tempat kerja atau ruang kerja pencegahan kecelakaan, pencegahan kebakaran, kecukupan gizi, penerangan warna, dan suara bising tempat kerja. 

Penanggung jawab K3LH 

Manajemen perusahaan ialah pihak yang paling bertanggung jawab mengenai K3LH. Sebagian tanggung jawab akan dilimpahkan secara beruntun ke tingkat yang lebih bawah. Setiap tempat kerja, lingkungan kerja, dan jenis pekerjaan memiliki karakteristik dan persyaratan K3LH masing-masing.

 Program K3LH 

Program K3LH harus dibuat berdasarkan kondisi nyata di tempat kerja sesuai dengan potensi bahaya, sifat, kegiatan, kultur, kemampuan finansial, dan lain lain. Program K3LH dirancang secara spesifik sesuai kebutuhan masing-masing perusahaan. Pelaksanaan K3LH tidak boleh dianggap sebagai pemborosan atau biaya tambahan. 

Dasar hukum K3LH

1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. 

2. Permenaker Nomor 5 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. 

3. Permenaker Nomor 4 Tahun 1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja. (OL-14)


Sumber: https://mediaindonesia.com/ekonomi/519398/apakah-kesehatan-keselamatan-kerja-dan-lingkungan-hidup-atau-k3lh

Mengevaluasi AMDAL

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup yang selanjutnya disebut AMDAL adalah kajian mengenai dampak penting suatu Usaha dan/atau Kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang perlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggara Usaha dan/atau Kegiatan.

Polusi di Lingkungan Sekitar

Polusi adalah kondisi yang timbul ketika senyawa kimia, energi atau polutan masuk ke lingkungan yang merusak ekologi, kondisi lingkungan dan menyebabkan bahaya bagi makhluk hidup.

Dalam kehidupan, manusia membutuhkan lingkungan yang bersih sebagai pendukung untuk kegiatan sehari-hari. Ketika manusia beraktivitas, mereka membutuhkan lingkungan yang nyaman dan aman.

Salah satu ciri lingkungan yang nyaman yaitu bersih dan lingkungan yang tidak terpapar pencemaran atau polusi.

Namun, dengan kemajuan yang ada, setiap negara pasti membutuhkan pembangunan infrastruktur untuk membangun lingkungan, dampak dari pembangunan tersebut salah satunya adalah pencemaran atau polusi.

Sebenarnya apa itu polusi? Dampak apa saja dari polusi? Dan ada berapa jenis polusi? Kita akan membahasnya di artikel berikut ini.

Polutan.

Menurut KBBI, pengertian polusi adalah pengotoran atau pencemaran tentang air, udara, dan sebagainya. Dari arti tersebut, polusi memiliki berbagai macam bentuk yaitu polusi udara, polusi air, polusi tanah, dan sebagainya.

Polusi memiliki arti yang berbeda dengan polutan. Polusi adalah bercampurnya zat pencemar ke dalam lingkungan karena aktivitas manusia atau kegiatan alami. Sedangkan polutan adalah zat atau bahan yang menyebabkan polusi atau pencemaran. 

Pengotoran atau pencemaran menandakan adanya percampuran antara dua zat atau lebih. Contohnya polusi udara, bercampurnya udara dan asap pabrik yang mengakibatkan kerusakan atau penurunan kualitas udara. 

Berdasarkan undang-undang nomor 4 tahun 1982, pengertian polusi adalah masuknya makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain ke dalam lingkungan, atau adanya perubahan tatanan lingkungan akibat dari kegiatan manusia dan proses alam. 

Polusi merupakan dampak dari kegiatan manusia atau proses alam yang mengakibatkan pencampuran dua zat. Akibatnya kualitas lingkungan menurun bahkan bisa sampai rusak. Tatkala kualitas lingkungan sudah menurun atau rusak, kondisi ini akan berdampak pada kualitas hidup manusia.

Jenis-jenis Polusi 

Polusi memiliki berbagai macam bentuk tergantung dari cara kita membedakannya. Dalam pembahasan ini, kita akan mengulas jenis-jenis polusi secara lengkap. 
A. Jenis Polusi Berdasarkan Tempat Asal Berdasarkan tempat asal, polusi dibagi menjadi 2 macam yaitu: 
1. Point Source Pollution (Titik Sumber) Titik sumber adalah pencemaran yang terjadi di lingkungan (air, udara, tanah, dan sebagainya) dengan sumber tunggal, dan sumber polusi dapat diketahui atau diidentifikasi. Contoh: polusi udara yang disebabkan PLTU batubara. 
2. Nonpoint Source Pollution (Bukan Titik Sumber) Pencemaran lingkungan yang terjadi karena polutan yang berasal dari sumber tertentu. Biasanya penyebab kerusakan hanya sedikit. Contoh: pencemaran sungai karena limbah pupuk. 

 B. Macam Polusi Berdasarkan Penyebabnya 
Polusi berdasarkan penyebab polusi dikategorikan menjadi 9 macam yaitu: 
1. Polusi Udara 
Polusi udara adalah pencemaran yang terjadi di udara karena masuknya bahan pencemar yang jumlahnya melewati batas normal. Ada beberapa bahan pencemar yang mengandung zat yang tercampur dengan udara, yaitu Sulfur Oksida (SOx), Karbon Monoksida (CO), Karbon Dioksida (CO2), Nitrogen Oksida (NOx), dan Hidrokarbon. Polusi pada udara dapat terjadi karena ulah manusia atau alam, karena ada aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti pembangunan infrastruktur, kegiatan industri, moda transportasi, dan sebagainya. Udara merupakan faktor penting untuk segala pihak. Namun, manusia terkadang kurang peduli dan tidak menyadarinya. Menurut IQAir (sebuah perusahaan teknologi kualitas udara Swiss) Indonesia berada di posisi ke 9 dari 106 negara, yang memiliki kualitas udara yang buruk. Indonesia masuk ke dalam sepuluh besar, peringkat satu adalah negara Bangladesh. 
2. Polusi Air 
Polusi air atau pencemaran air adalah bercampurnya zat pencemar dan air, melalui sungai, pantai, danau, dan air tanah, yang mengakibatkan kualitas air menurun. Polusi air dapat terjadi karena adanya aktivitas manusia yang membuang polutan secara langsung atau tidak langsung. Polutan ini bisa berasal dari limbah rumah tangga, limbah pertanian, limbah industri, dan limbah pertambangan. Air merupakan aspek penting di kehidupan. Ketika kualitas air turun atau rusak, ini akan sangat berdampak bagi kehidupan segala pihak. Dengan air yang tercemar, kondisi ini sangat berdampak bagi tubuh manusia. Karena manusia membutuhkan air untuk memenuhi kebutuhan hidupnya seperti untuk minum, masak, mandi, dan sebagainya. 
3. Polusi Tanah 
Polusi tanah atau pencemaran tanah adalah bercampurnya zat pencemaran dengan tanah, secara langsung maupun tidak langsung. Zat pencemar dibuang langsung ke tanah, sehingga permukaan tanah tercemar. Permukaan tanah yang tercemar menguapkan zat yang lalu terbawa oleh air hujan, sehingga masuk ke lapisan tanah dalam. Pencemaran tanah dapat terjadi karena beberapa hal. Contohnya seperti limbah pabrik yang dibuang ke tanah, hujan asam, limbah medis, membuang oli, cat, minyak sembarangan dan sebagainya.
 4. Polusi Cahaya 
Polusi cahaya adalah kondisi dimana adanya cahaya berlebihan yang mengganggu, berasal dari gedung-gedung tinggi yang terletak di kota-kota besar. Tidak hanya dari gedung, bisa juga berasal dari papan reklame (papan iklan), pabrik, dan lampu jalan. 
5. Polusi Suara 
Polusi suara adalah kondisi dimana adanya kebisingan suara yang mengganggu. Suara bising tersebut bisa berasal dari suara kendaraan, suara konser musik, suara pesawat tempur, dan sebagainya.
 6. Polusi Panas 
Polusi panas bisa disebabkan karena kegiatan manusia atau proses alam. Contohnya temperatur udara menjadi berubah karena kendaraan umum yang padat, dan aktivitas industri. Perubahan temperatur juga bisa terjadi karena proses alam, seperti karena adanya pergerakan angin, sehingga membuat suhu udara naik. 
7. Polusi Logam Berat 
Polusi logam berat biasa dijumpai di daerah pesisir pantai. Penyebabnya bisa berasal dari limbah pabrik, limbah rumah tangga, dari sektor pertanian, budidaya perikanan, dan pelayaran. 
8. Polusi Radioaktif 
Polusi Radioaktif atau pencemaran radioaktif adalah kondisi dimana adanya kerusakan yang disebabkan oleh kegiatan industri nuklir. Seperti pembangkit nuklir dan pengembangan senjata nuklir. 
9. Polusi Visual 
Polusi visual adalah kondisi di mana tata ruang suatu daerah yang kurang tepat. Contoh polusi visual seperti pembangunan monumen yang tidak terlalu penting, papan iklan yang terlalu banyak di pinggir jalan, kabel listrik yang tidak beraturan dan tumpukan sampah yang terletak di pinggir jalan. 

 Dampak polusi tanah akibat sampah dan logam berat dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Dampak Polusi bagi Manusia dan Alam Polutan yang mencemari lingkungan memiliki beragam efek negatif. Dampak buruk polusi tidak hanya berpengaruh terhadap manusia, tetapi juga mengganggu makhluk hidup dan ekosistem. 
Beberapa dampak negatif polusi yaitu: 

1. Dampak Polusi Udara Sebuah penelitian di Inggris menyebutkan, manusia yang sering terpapar polusi udara, memiliki kemungkinan enam persen lebih tinggi akan mengidap glaukoma. Glaukoma adalah kerusakan saraf mata karena adanya tekanan yang tinggi di dalam bola mata. Glaukoma dapat menyebabkan kebutaan permanen. Tidak hanya itu, polusi udara juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan, penyakit stroke, penyakit jantung, dan penyakit paru-paru. Tidak hanya berdampak kepada manusia, polusi udara juga berdampak kepada hewan, hewan dapat mengalami gejala paralisis (kondisi lumpuh karena saraf terganggu) dan konvolusi. 
2. Efek Buruk Polusi Air Air yang tercemar oleh zat-zat berbahaya dapat membawa penyakit untuk manusia, hewan, dan makhluk hidup lainnya. Polusi air juga akan menimbulkan bau yang tidak sedap, sehingga mengganggu indra penciuman manusia. Air yang sudah tercemar akan membuat kualitas air menurun. Padahal air merupakan sumber air minum, manusia dapat mengalami keracunan apabila air tidak diolah dengan baik. Akibat dari polusi air juga dapat mengganggu ekosistem dan keberlangsungan makhluk hidup di sungai, danau, laut dan perairan. 3. Dampak Polusi Tanah Ketika tanah terkena polusi atau tercemar, mengakibatkan unsur hara terganggu, akhirnya tanah menjadi tidak subur, dan tumbuhan akan mengalami gangguan pertumbuhan. Tanaman yang tumbuh di tanah berpolusi akan mengandung polutan, jika tumbuhan ini dikonsumsi, akan berdampak pada kesehatan manusia. Tidak hanya itu, tanah akan kehilangan nutrisinya, sehingga akan memicu terjadinya erosi. Tanah yang tercemar akan memiliki kadar garam yang tinggi, sehingga mengganggu perkembangbiakan tumbuhan. Baca juga: Apa yang Dimaksud Hutan Sabana? Ciri-ciri, Jenis, Manfaat dan Contoh Sabana di Indonesia 
4. Pengaruh Negatif Polusi Cahaya Polusi cahaya akan mengganggu penglihatan manusia, ketika ada cahaya yang berlebihan, membuat manusia tidak bisa melihat dengan jelas. Ini akan mengganggu aktivitas manusia sehari-hari. Jenis polusi ini juga dapat menyebabkan aktivitas hewan nokturnal dan pola migrasi burung terganggu. Ketika malam hari, bulan dan bintang tidak terlihat karena adanya polusi cahaya. 
5. Dampak Polusi Suara Polusi suara akan mengganggu aktivitas manusia, seperti ketika manusia ingin beristirahat. Namun, pengeboran tanah yang bising dan memiliki kekuatan 85 desibel membuat manusia tidak bisa beristirahat dengan tenang dan nyaman. Tatkala manusia tidak memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat karena bising akan menurunkan performa manusia dalam berkegiatan. Manusia juga bisa mengalami gangguan kecemasan karena adanya polusi suara yang ringan. Bahkan, ketika manusia mengalami polusi suara yang tinggi dan sering, kemampuan pendengaran manusia dapat terganggu. 
6. Dampak Polusi Panas Saat suhu udara berubah dan mengalami kenaikan, fenomena tersebut dapat mengakibatkan manusia dapat mengalami kelelahan, kehausan, dan mengeluarkan keringat banyak sehingga manusia akan dehidrasi. 
7. Dampak Polusi Logam Berat Logam berat merupakan polutan dan limbah yang berbahaya. Pencemaran akibat logam berat dapat timbul di daratan dan perairan. Penyebab yang paling sering adalah limbah buangan dari pabrik yang tidak sesuai dengan peraturan. Dampak dari polusi dari logam berat akan menyebabkan kematian organisme-organisme yang tinggal di sekitarnya. Tanah atau air yang tercemar logam berat mampu merusak organ-organ dalam dan luar kita. 
8. Dampak Polusi Radioaktif Polusi zat radioaktif yang berasal dari nuklir sangat berbahaya bagi makhluk hidup. Dampaknya, manusia dapat mengalami kerusakan DNA. Tidak hanya itu, zat radioaktif dapat menyebabkan kanker. 
9. Dampak Polusi Visual Dengan tata ruang kota yang tidak beraturan, ini mengganggu penglihatan manusia. Contohnya papan petunjuk jalan yang memiliki posisi tidak mudah terlihat, sehingga menyebabkan manusia terganggu ketika menyetir. Tumpukan sampah yang berada di jalan, menimbulkan bau tidak sedap, mengganggu indra penciuman manusia. Begitu banyak dampak buruk akibat polusi, ini membuat kita para manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan. Menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman dan aman harus dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Apabila lingkungan yang bersih, nyaman dan aman sudah tercipta, kondisi ini akan menjadi penunjang kita sebagai manusia dalam segala kegiatan atau aktivitas. 

 Kesimpulan Polusi adalah bercampurnya zat pencemar atau masuknya zat pencemar (polutan) ke dalam lingkungan mencakup air, tanah, udara dan sebagainya. Sedangkan polutan adalah kandungan dalam zat yang tercampur atau masuk. Polusi memiliki banyak jenis, yaitu ada polusi udara, polusi air, polusi tanah, polusi suara, polusi cahaya, polusi visual, polusi radioaktif, polusi logam berat, dan polusi panas. Dampak polusi ada banyak dan berbagai macam. Contohnya yaitu, gangguan pernapasan, kebutaan permanen, mengganggu kenyamanan manusia, pendengaran dan penglihatan dapat terganggu, dan tentunya mengganggu ekosistem alam.

https://lindungihutan.com/blog/polusi-adalah-pengertian-dan-dampak-polusi/

Limbah di Lingkungan Sekitar

 Merdeka.com - Limbah adalah sisa dari suatu usaha maupun kegiatan yang mengandung bahan berbahaya atau beracun yang karena sifat, konsentrasi, dan jumlahnya, baik yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan lingkungan, kesehatan, kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.

Bahan yang sering ditemukan dalam limbah antara lain senyawa organik yang dapat terbiodegradasi, senyawa organik yang mudah menguap, senyawa organik yang sulit terurai (Rekalsitran), logam berat yang toksik, padatan tersuspensi, nutrien, mikrobia pathogen, dan parasit.

Pada saat ini perkembangan industri di Indonesia semakin pesat.Banyaknya industri dapat menimbulkan dampak positif dan negatif. Dampak positif industri antara lain terciptanya lapangan pekerjaan dan pemanfaatan teknologi baru di berbagai bidang. Adapun dampak negatifnya berasal dari limbah industri yang di buang yaitu berupa, limbah cair yang mengandung zat-zat yang merugikan pada masyarakat sekitar.

Terdapat berbagai macam limbah yang beredar di lingkungan sekitar akibat dari pesatnya industrialisasi. Berikut penjelasannya

Macam Limbah Berdasarkan Asalnya

Mengutip dari Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surabaya, jenis atau macam limbah jika didasarkan pada asalnya dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu:

1. Limbah Organik

Limbah ini terdiri atas bahan-bahan yang bersifat organik seperti dari kegiatan rumah tangga, kegiatan industri. Limbah bisa dengan mudah diuraikan melalui proses yang alami, misalnya dari pestisida, begitu pula dengan pemupukan yang berlebihan.

Limbah ini mempunyai sifat kimia yang stabil sehingga zat tersebut akan mengendap ke dalam tanah, dasar sungai, danau, serta laut dan selanjutnya akan mempengaruhi organisme yang hidup di dalamnya. Sedangkan limbah rumah tangga berupa seperti kertas, plastik dan air cucian.

Limbah tersebut mempunyai racun yang tinggi misalnya: sisa obat, baterai bekas, dan air aki. Limbah tersebut tergolong (B3) yaitu bahan berbahaya dan beracun, sedangkan limbah air cucian, limbah kamar mandi, dapat mengandung bibit-bibit penyakit atau pencemaran biologis seperti bakteri, jamur, virus dan sebagainya.

2. Limbah Anorganik

Limbah ini terdiri atas limbah industri atau limbah pertambangan. Limbah anorganik berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diuraikan, tidak dapat diperbaharui. Air limbah industri dapat mengandung berbagai jenis bahan anorganik, zat-zat tersebut adalah:

  • Garam anorganik seperti magnesium sulfat, magnesium klorida yang berasal dari kegiatan pertambangan dan industri.
  • Asam anorganik seperti asam sulfat yang berasal dari industri pengolahan biji logam dan bahan bakar fosil.
  • Adapula limbah anorganik yang berasal dari kegiatan rumah tangga seperti botol plastik, botol kaca, tas plastik, kaleng dan aluminium.

Macam Limbah Berdasarkan Sumbernya

Jika berdasarkan sumbernya, macam limbah dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu:

1. Limbah Pabrik

Limbah ini dikategorikan sebagai macam limbah yang berbahaya karena limbah ini mempunyai kadar gas yang beracun, pada umumnya limbah ini dibuang di sungai-sungai di sekitar tempat tinggal masyarakat, jarak masyarakat menggunakan sungai untuk kegiatan sehari-hari, misalnya MCK (Mandi, Cuci, Kakus), secara langsung gas yang dihasilkan oleh limbah pabrik tersebut dikonsumsi oleh masyarakat.

2. Limbah Rumah Tangga

rumah tangga di washington©2015 AFP PHOTO/NICHOLAS KAMM

Limbah rumah tangga adalah macam limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga limbah ini bisa berupa sisa-sisa sayuran, bisa juga berupa kertas, kardus atau karton.

3. Limbah Industri

Limbah ini dihasilkan dari hasil produksi pabrik. Macam limbah ini mengandung zat yang berbahaya di antaranya asam anorganik dan senyawa organik, zat-zat tersebut jika masuk ke perairan akan menimbulkan pencemaran yang dapat membahayakan makhluk hidup pengguna air misalnya, ikan, bebek dan makhluk hidup lainnya termasuk juga manusia.

4 dari 5 halaman

Macam Limbah Berdasarkan Bentuk Fisiknya

Macam limbah yang dibedakan berdasarkan bentuk fisiknya adalah sebagai berikut:

1. Limbah Padat

Limbah jenis ini lebih dikenal sebagai sampah. Bentuk fisiknya padat. Definisi menurut UU No. 18 Tahun 2008, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Contoh: sisa-sisa organisme, barang dari plastik, kaleng, botol, dll.

2. Limbah Cair

Limbah jenis ini bentuk fisiknya cair. Contoh: air buangan rumah tangga, buangan industri, dll.

3. Limbah Gas dan Partikel

Limbah jenis ini memiliki bentuk fisik berupa gas atau partikel halus (debu). Contoh: gas buangan kendaraan (dari knalpot), buangan pembakaran industri.

5 dari 5 halaman

Dampak Limbah Bagi Lingkungan Sekitar

Hasil pembuangan limbah menghasilkan zat beracun yang menyebabkan tempat tumbuhnya kuman yang berkembang biak. Dengan pembuangan cairan limbah yang sembarangan bisa menimbulkan berbagi masalah bagi manusia, lingkungan dan air.

Limbah juga dapat menumbuhkan bibit penyakit atau kuman lainnya yang merugikan bagi manusia. Membuat manusia akan mudah terserang berbagai macam penyakit karena pengaruh dari bahan kimia yang mencemari air. Cairan limbah lama kelamaan berubah warnanya menjadi coklat kehitaman dan berbau busuk, dan bau busuk ini akan mengakibatkan gangguan pernapasan bagi masyarakat di sekitar.

pencemaran lingkungan©2017 Merdeka.com

Contoh sederhana dari penghasil limbah berdasarkan bentuk fisik adalah manusia. Tubuh manusia menghasilkan macam limbah padat (tinja), limbah cair (kencing) dan limbah gas (karbondioksida atau CO2). Pembuangan limbah dari manusia pun harus dikelola agar tidak mengganggu kesehatan dan lingkungan hidup.

Disamping pembagian berdasarkan zat pembentuk dan bentuk fisiknya, ada yang disebut Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3). Limbah ini dapat berbentuk padat, cair dan gas. Limbah B3 adalah setiap bahan sisa (limbah) suatu kegiatan proses produksi yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) karena mudah meledak, mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif, dan lain-lain.

Bila diuji dengan toksikologi, limbah B3 memiliki konsentrasi atau jumlah yang dapat merusak, mencemarkan lingkungan, atau membahayakan kesehatan manusia. Contoh: limbah medis (suntikan, botol obat), limbah industri, baterai, accu (aki), oli bekas, dan sebagainya.

https://www.merdeka.com/jatim/mengenal-macam-limbah-dan-dampaknya-bagi-lingkungan-sekitar-kln.html

Prinsip Pengolahan Limbah yang Baik Bagi Lingkungan

Halo, Sobat SMP! Semakin hari, krisis lingkungan di bumi kita semakin mengkhawatirkan.  Dilansir dari situs resmi United Nations Environment Programme (UNEP), yang merupakan organisasi PBB di bidang lingkungan hidup, disebutkan bahwa sekitar 7 miliar dari 9,2 miliar ton plastik yang dihasilkan dari tahun 1950-2017 telah menjadi limbah plastik. UNEP juga mengatakan bahwa setiap menit setara dengan satu truk sampah plastik dibuang ke laut kita.

Selain itu, limbah organik juga tak kalah mengkhawatirkannya dengan limbah plastik. Data dari UNEP melaporkan bahwa 931 juta ton atau sekitar 17% dari makanan yang tersedia pada tahun 2019 terbuang begitu saja ke tempat pembuangan sampah, pengecer, restoran, dan sebagainya. 

Oleh karena itu, kita sebagai makhluk yang menempati bumi ini perlu melakukan upaya-upaya untuk menangani permasalahan limbah yang ada. Salah satu cara yang paling efektif dalam pengolahan limbah adalah 3R, yakni reducereuse, dan recycle. Namun, ada pula prinsip pengolahan limbah lain. Prinsip 3R ditambahkan menjadi reduce, reuse, recycle, recovery, dan juga disposal (Bahraini, Amanda, 2019). Seperti apa penjelasannya? Yuk simak artikel ini!

  • Reduce (mengurangi)

Pertama adala reduce atau mengurangi produksi dari limbah yang ada. Kita sebagai masyarakat dapat ikut mendorong gerakan yang mengurangi pemakaian plastik. Misalnya dengan membawa kantong belanja sendiri yang berbahan dasar nonplastik. 

  • Reuse (menggunakan kembali)

Salah satu yang menjadi permasalahan limbah adalah karena penggunaan produk sekali pakai. Produk sekali pakai tentunya akan menghasilkan limbah yang cukup banyak. Oleh karena itu, kita dapat memilih produk yang dapat digunakan secara berulang dan mengurangi penggunaan produk sekali pakai.

  • Recycle (mendaur ulang)

Limbah yang terkumpul di tempat pembuangan sampah dapat disortir untuk dilakukan pemilahan terhadap barang-barang yang dapat didaur ulang. Mendaur ulang limbah dengan cara meleburkan, mencacah, melelehkan untuk dibentuk kembali menjadi produk baru yang dapat digunakan lagi. tetapi pada umumnya mengalami penurunan kualitas. Selain itu, dapat pula limbah plastik didaur ulang menjadi kerajinan-kerajinan tangan yang bernilai seni.

  • Recovery (pemulihan)

Saat tidak bisa didaur ulang, maka cari jalan untuk menghasilkan energi atau

material baru dengan memproses sampah-sampah yang tidak bisa didaur ulang tersebut (residu). Proses pemulihan juga dapat dilakukan dengan melakukan kegiatan yang positif terhadap lingkungan, misalnya pemungutan sampah di pantai, penanaman kembali lahan yang gundul, dan sebagainya.

  • Disposal (pembuangan)

Limbah produk sisa dari proses recovery yang umumnya berupa abu atau material sisa lainnya dibawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) untuk diolah dan diproses. Hal ini perlu penanganan khusus dan tidak bisa sembarangan agar tidak merusak lingkungan.

Nah itulah tadi beberapa prinsip pengolahan limbah yang baik bagi lingkungan. Dengan melakukan pengolahan limbah yang baik, kita telah membantu menjaga dan merawat bumi ini agar bisa terus dinikmati oleh generasi-generasi mendatang. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Sobat SMP!

 Penulis: Pengelola Web Direktorat SMP