Perbankan Dasar

adalah sebuah mata pelajaran yang membahas seputar sejarah perbankan, lembaga keuangan bank dan non bank serta kegiatan dalam perbankan.

Administrasi Pajak

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Komputer Akuntansi

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Admiistrasi Umum

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Produk Kreatif dan Kewirausahaan

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Ekonomi Bisnis

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Akuntansi Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi Dasar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Mei 2023

Neraca Lajur: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Cara Penyusunannya

Jakarta - Setiap akhir periode atau akhir tahun, suatu perusahaan wajib menyusun laporan keuangan, sekurang-kurangnya mengenai laporan laba/rugi dan neraca. Untuk menghimpun semua data akuntansi maka diperlukan sebuah neraca lajur.

Lalu, apa yang dimaksud dengan neraca lajur sebenarnya? Berikut, simak penjelasan lengkap lainnya di bawah ini.

Baca juga:
Business Plan: Pengertian, Komponen, dan Manfaatnya
Pengertian Neraca Lajur
Neraca lajur adalah kertas kerja yang berisikan kolom-kolom yang dibuat khusus untuk menghimpun semua data-data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan menyusun laporan keuangan yang sistematis.


Neraca lajur ini bukan merupakan sebuah dokumen wajib, namun merupakan suatu alat bantu yang fungsi untuk memudahkan laporan keuangan. Karena bukan dokumen wajib, neraca lajur ini adalah suatu pilihan.

Dengan kata lain, neraca lajur boleh dibuat atau boleh juga tidak tergantung kebijakan masing-masing perusahaan. Jika perusahaan memilih untuk membuat neraca lajur, maka dokumen tersebut akan berguna untuk memeriksa perhitungan apakah sudah tepat atau belum.

Selain itu, neraca lajur juga berfungsi untuk mengurangi human error atau kesalahan karena terlupakannya memasukan salah satu ayat jurnal penyesuaian.

Informasi yang disusun berupa angka-angka yang saling berkaitan dari neraca saldo sampai dengan laporan keuangan juga akan terlibat jelas dalam neraca lajur. Begitulah penjelasan mengenai neraca lajur sebagaimana dikutip dari buku Pengantar Akuntansi oleh Khairul Azwar dan buku Pengantar Akuntansi 1 oleh Widaryanti.

Bagian yang Termasuk Neraca Lajur
Pada praktiknya, kolom yang ada dalam neraca lajur terdiri dari 5 bagian pokok yaitu sebagai berikut:

1. Neraca saldo
2. Ayat Jurnal Penyesuaian
3. Neraca setelah penyesuaian
4. Laporan perhitungan laba-rugi
5. Neraca

Tujuan Neraca Lajur
Adapun tujuan dari disusunnya neraca lajur, sebagaimana dikutip di buku Excel for Accounting Mudah, Cepat, Akurat oleh Sabirin M. Ak., adalah sebagai berikut:

1. Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan

2. Sebagai media melihat perkiraan yang terjadi dalam kegiatan perusahaan sehari-hari, sehingga pihak manajemen dapat mengontrol setiap pengeluaran perusahaan dalam menunjang kegiatan atau operasinya

3. Agar lebih mudah menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldo dan data penyesuaian, sehingga merupakan persiapan sebelum menyusun laporan keuangan yang formal.

4. Mempermudah pencarian kesalahan yang mungkin dilakukan dalam membuat jurnal penyesuaian.

Bentuk-bentuk Neraca Lajur
Neraca lajur mempunyai empat bentuk, yaitu neraca lajur 6 kolom, 8 kolom, 10 kolom, dan neraca lajur 12 kolom. Namun yang seringkali digunakan oleh perusahaan adalah neraca lajur bentuk 10.

Dikutip di buku Pengantar Akuntansi Konsep Dasar & Praktik Untuk Perusahaan Jasa & Dagang oleh Adila Septiana, terdapat format bentuk pada keempat neraca lajur tersebut, yakni:

1. Neraca bentuk 6 kolom, terdiri dari kolom: nomor akun, nama akun, neraca setelah disesuaikan (debit dan kredit), laba rugi (debit dan kredit), neraca (debit dan kredit).

2. Neraca bentuk 8 kolom, terdiri dari kolom: nomor akun, nama akun neraca saldo (debit dan kredit), jurnal penyesuaian (debit dan kredit), laba rugi (debit dan kredit), dan neraca (debit dan kredit)

3. Neraca bentuk 10 kolom, terdiri dari kolom: nomor akun, nama akun, neraca saldo (debit dan kredit), jurnal penyelesaian (debit dan kredit), neraca saldo setelah disesuaikan (debit dan kredit), laba rugi (debit dan kredit), dan neraca (debit dan kredit).

4. Neraca bentuk 12 kolom, terdiri dari kolom: nomor akun, nama akun, neraca saldo (debit dan kredit), jurnal penyelesaian (debit dan kredit), neraca saldo setelah disesuaikan (debit dan kredit), laba rugi (debit dan kredit), modal (debit dan kredit), dan neraca (debit dan kredit).

Berikut keterangan neraca lajur 12 kolom, seperti dikutip di buku Pengantar Akuntansi Berdasarkan SAK ETAP dan IFRS (EDISI III) oleh Syaiful Bahri, yaitu:

1. Kolom nomor akun diisi dengan nomor masing-masing akun

2. Kolom nama akun diisi dengan nama masing-masing aset, utang, modal, pendapatan beban, serta laba dan rugi.

3. Kolom neraca saldo adalah neraca saldo yang belum dipengaruhi jurnal penyesuaian dan berisi saldo-saldo aset, utang, ekuitas, pendapatan, dan beban. Kolom debit di neraca saldo berisi akun aset dan beban, sedangkan kredit berisi akun utang, ekuitas, dan pendapatan

4. Kolom penyesuaian, berisi akun-akun penyesuaian aset, utang, ekuitas, pendapatan beban, dan sumbernya dari jurnal penyesuaian.

5. Kolom neraca saldo setelah penyesuaian berasal dari kolom neraca saldo ditambah atau dikurangi kolom penyesuaian. Kolom debet berisi kelompok akun utang, ekuitas, dan pendapatan

6. Kolom laba rugi berisi akun-akun nominal yaitu pendapatan dan beban. Sumbernya dari kolam neraca saldo setelah penyesuaian. Kolom debet berisi akun beban, sedangkan kolom kredit berisi akun pendapatan

7. Kolom saldo laba (modal) berisi akun-akun yang mempengaruhi perubahan saldo laba seperti dividen (entitas perseroan), atau prive (entitas perseorangan).

8. Kolom neraca berisi akun-akun riil dan akun saldo laba. Pada kolom debit berisi akun utang, ekuitas, dan saldo laba.

Cara Menyusun Neraca Lajur
Dalam menyusun neraca lajur tidak bisa dilakukan secara sembarangan detikers. Apabila tidak disusun rapi, hal ini bisa membuat pembacanya menjadi bingung.

Adapun cara menyusun neraca lajur yang benar, berikut ini penjelasannya, dikutip di buku Belajar Mula Dasar Akuntansi oleh Eka Satria Wibawa, S.Kom:

1. Isi kolom nomor akun dan nama akun

2. Isi kolom neraca saldo
Kolom neraca saldo diisi berdasarkan saldo perkiraan yang terdapat dalam buku besar sebelum posting jurnal penyesuaian atau berdasarkan neraca saldo.

3. Isi kolom penyesuaian
Kolom penyesuaian diisi berdasarkan jurnal penyesuaian yang dibuat atas dasar data penyesuaian yang diperoleh pada akhir periode (akhir tahun).

Baca juga:
Apa Itu Ilmu Ekonomi? Manfaat serta Ragam Kajiannya
4. Isi kolom neraca saldo disesuaikan
Kolom neraca saldo disesuaikan diisi berdasarkan data dalam kolom neraca saldo dan ayat jurnal penyesuaian dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Perkiraan yang hanya memiliki angka dalam neraca saldo dan penyesuaian, angka tersebut langsung dipindahkan ke dalam kolom neraca saldo sesuai dengan letaknya, debet dan kredit

b. Perkiraan yang memiliki angka dalam kolom neraca saldo dan kolom penyesuaian terletak pada sisi yang sama, yang ditulis dalam kolom neraca saldo disesuaikan adalah jumlah kedua angka tersebut.

c. Perkiraan yang memiliki angka dalam neraca saldo dan dan penyesuaian yang terletak pada sisi yang berbeda, ditulis di dalam kolom neraca saldo yang disesuaikan dengan selisih dua angka penyesuaian dalam neraca saldo dengan penyesuaian dan letaknya penulisan angka yang besar

d. Memindahkan saldo kolom neraca saldo disesuaikan ke dalam kolom laba rugi dan saldo perkiraan aktiva, kewajiban, modal, prive, ke dalam neraca.

e. Menghitung saldo laba atau rugi kolom laba rugi dan neraca dengan membandingkan debit dan jumlah sisi kredit.

Itulah dia detikers penjelasan seputar neraca lajur beserta dengan manfaat, jenis, dan cara membuatnya. Semoga bisa menambah wawasan detikers ya.

Baca artikel detikedu, "Neraca Lajur: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Cara Penyusunannya" selengkapnya https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6497118/neraca-lajur-pengertian-fungsi-tujuan-dan-cara-penyusunannya.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Jurnal Penyesuaian

 

Pengertian Jurnal Penyesuaian, Fungsi, Cara Membuat, dan Contoh Soal

Jurnal penyesuaian merupakan salah satu dokumen yang penting dalam penyusunan laporan keuangan. Berikut ini adalah penjelasan DailySocial.id terkait jurnal penyesuaian. 

Pengertian Jurnal Penyesuaian, Fungsi, Cara Membuat, dan Contoh Soal | Nataliya Vaitkevich

Jurnal penyesuaian adalah salah satu tahap pembukuan pada akuntansi dan merupakan dokumen yang membantu proses penyusunan laporan keuangan. Laporan keuangan dalam perusahaan perlu dilaporkan setiap akhir periode keuangan seperti tiap akhir bulan, tiap kuartal, serta tiap tahun.

Laporan keuangan akan sangat penting pada perusahaan karena dokumen ini akan berpengaruh pada setiap stakeholder –pemegang kepentingan seperti investor dan pekerja–  yang ada di dalam perusahaan.

Jurnal penyesuaian  akan menjadi suatu sarana untuk mencocokkan berbagai kesalahan input yang sebelumnya dilakukan ketika menyusun buku besar. Selain itu, jurnal umum pun berfungsi untuk menyesuaikan beberapa akun seperti beban atau pendapatan yang belum diakui pada periode akuntansi tertentu. Nah, sebenarnya apakah jurnal penyesuaian ini?

Pengertian Jurnal Penyesuaian, Fungsi, Cara Membuat, dan Contoh Soal

Pengertian Jurnal Penyesuaian, Fungsi, Cara Membuat, dan Contoh Soal | Tima Miroshnichenko Pexels

Jurnal penyesuaian merupakan salah satu dokumen yang penting dalam penyusunan laporan keuangan. Berikut ini adalah penjelasan DailySocial.id terkait pengertian, fungsi, cara membuat, dan contoh soal mengenai jurnal penyesuaian. 

Pengertian Jurnal Penyesuaian

Menurut Weygandt, J. J dkk (2019), jurnal penyesuaian adalah jurnal yang memiliki fungsi agar pendapatan yang semestinya telah diperoleh perusahaan tercatat pada periode yang seharusnya, juga agar beban yang dimiliki perusahaan dihitung pada periode yang semestinya.

Pencatatan pada jurnal penyesuaian merupakan salah satu tahap penting dalam akuntansi karena dengan jurnal ini, pencatatan trial balance menjadi up to date dan komplet. Weygandt, J. J dkk (2019) mengungkapkan bahwa adanya pencatatan yang tidak komplet ini dimungkinkan karena di antaranya sebagai berikut: 

  • Suatu akun tertentu tidak tercatat secara harian karena tidak akan efisien jika dicatat demikian. Pada misalnya yaitu pencatatan bertambah dan berkurangnya produk pada inventory dan pemerolehan gaji karyawan.
  • Sebagian beban yang dimiliki perusahaan habis dengan berlalunya waktu. Misalnya sewa bangunan dan asuransi
  • Perusahaan mungkin memiliki barang yang belum dicatat. Pada misalnya ada tagihan layanan yang tidak dapat diterima sampai periode pencatatan berikutnya.

Jurnal Penyesuaian biasanya akan dibuat oleh perusahaan setiap kali perusahaan akan menyusun laporan keuangan. 

Fungsi Jurnal Penyesuaian

Selain memiliki fungsi utama untuk menyesuaikan berbagai transaksi yang ada pada buku besar, jurnal penyesuaian juga memiliki beberapa fungsi lain. Nah, untuk itu, mari simak pembahasan lebih detail terkait fungsi dari jurnal penyesuaian berikut:

  • Fungsi pertama dari jurnal penyesuaian adalah untuk menentukan akun pendapatan dan akun beban dengan penyesuaian yang terjadi selama periode akuntansi. Dengan begitu akun nominal tersebut (pendapatan dan beban) akan memiliki nilai yang up to date.
  • Untuk menyesuaikan pencatatan akun perlengkapan yang memiliki masa habis pakai
  • Menghitung penyusutan atau depresiasi nilai dari akun aktiva tetap yang terjadi selama periode berjalan.
  • Melakukan pencatatan atas akun beban yang sudah lewat jatuh tempo  atau ketika dia digolongkan sebagai piutang beban yang perlu dibayar di muka
  • Perusahaan dapat menyesuaikan pembayaran utang beban di mana perusahaan telah menggunakan jasa namun belum membayar jasa tersebut.
  • Mengetahui nilai akun yang ada di buku besar, dengan begitu pelaporan laporan keuangan pun menjadi lebih mudah
  • Dengan jurnal penyesuaian, kita dapat mengetahui nilai riil dari suatu aset atau akun lainnya karena berlalunya waktu. Pada misalnya perusahaan dapat mengetahui nilai aset setelah adanya depresiasi (penyusutan).

Cara Membuat  dan Contoh Soal Jurnal Penyesuaian

Pengertian Jurnal Penyesuaian, Fungsi, Cara Membuat, dan Contoh Soal | Tima Miroshnichenko Pexels

Jurnal penyesuaian biasanya akan dibuat setelah adanya neraca saldo yang belum disesuaikan. Setelah membuat neraca saldo tersebut, kamu perlu untuk melakukan analisis pada setiap akun yang perlu untuk disesuaikan.

Untuk memudahkan, kamu perlu untuk menelusuri transaksi terkait dengan akun yang perlu disesuaikan. Nah, setelahnya kamu tinggal menyusun jurnal dengan menghitung perubahan-perubahan yang ada pada akun tersebut.

Apa saja sebenarnya akun-akun yang perlu untuk disesuaikan? Berikut ini adalah akun-akun yang biasanya ada pada jurnal penyesuaian beserta dengan contoh soal dan pencatatannya.

Beban Dibayar di Muka

Salah satu akun yang perlu disesuaikan pada akhir periode akuntansi adalah beban dibayar di muka. Walaupun namanya diawali dengan “beban”, beban dibayar di muka merupakan salah satu akun yang termasuk pada golongan aset atau aktiva. Hal ini terjadi karena beban –seperti asuransi, sewa, dsb– ini dibayarkan dahulu sebelum kita menikmati manfaat yang melekat pada beban tersebut.

Nah, seiring berjalannya waktu, manfaat dari pembayaran di muka ini akan hilang dan akun beban dibayar di muka perlu untuk disesuaikan ke akun dengan golongan beban. Dengan jurnal penyesuaian, kamu dimungkinkan untuk menghitung nilai riil dari aset yang kamu miliki. Berikut adalah contoh soal mengenai akun beban dibayar di muka:

Pada neraca saldo, terdapat akun sewa dibayar di muka senilai Rp4000.000,00. Pada akhir periode pencatatan, akun sewa dibayar di muka tersebut ternyata tinggal Rp3000.000,00. Dengan penghitungan ini kita mengetahui bahwa saldo senilai Rp1000.000,00 perlu disesuaikan ke beban sewa. Berikut pencatatannya.

TanggalKeterangan AkunRefDebitKredit
31 Des 2021Beban Sewa Rp1000.000,00 
    Asuransi dibayar di muka  Rp1000.000,00

Perlengkapan

Perlengkapan merupakan akun yang termasuk golongan aktiva atau harta atau dapat juga disebut aset. Benda yang termasuk pada akun perlengkapan ini adalah barang yang dibeli untuk kebutuhan operasional perusahaan –namun tidak dijual kembali– dan memiliki masa pemakaian kurang dari satu tahun.

Pada akhir periode pencatatan akuntansi, akun perlengkapan perlu untuk disesuaikan untuk mengetahui nilai riil dari suatu perlengkapan. Penghitungan akun perlengkapan biasanya dilakukan dengan menghitung sisa perlengkapan yang masih ada secara fisik. Berikut ini adalah contoh soal untuk jurnal penyesuaian akun perlengkapan.

Akun perlengkapan pada suatu perusahaan memiliki saldo sejumlah Rp5.000.000,00. Setelah akhir periode akuntansi, ternyata perlengkapan tinggal memiliki nilai Rp3.300.000,00. Dengan begitu, saldo perlengkapan senilai Rp1.700.000,00 perlu disesuaikan pada akun beban perlengkapan. Di bawah ini adalah pencatatannya.

TanggalKeterangan AkunRefDebitKredit
31 Des 2021Beban Perlengkapan Rp1.700.000,00 
    Perlengkapan  Rp1.700.000,00

Piutang Pendapatan

Akun yang perlu untuk disesuaikan pada akhir periode pencatatan akuntansi selanjutnya adalah piutang pendapatan. Piutang pendapatan adalah akun di mana perusahaan memiliki suatu pendapatan yang telah menjadi hak mereka, namun pendapatan itu belum diterima secara lunas oleh perusahaan. 

Pencatatan jurnal penyesuaian pada transaksi ini contoh soalnya adalah berikut ini.

Perusahaan X melakukan penjualan produk jasa secara kredit senilai Rp5.000.000,00. Dengan begitu perusahaan perlu untuk menambahkan Rp5.000.000,00 sebagai piutang beban. Pencatatannya adalah berikut ini.

TanggalKeterangan AkunRefDebitKredit
31 Des 2021Piutang Pendapatan Rp5.000.000,00 
    Pendapatan Jasa  Rp5.000.000,00

Pendapatan Diterima di Muka

Pengertian Jurnal Penyesuaian, Fungsi, Cara Membuat, dan Contoh Soal | Anna Tarazevich Pexels

Selanjutnya, akun yang perlu untuk disesuaikan lainnya adalah pendapatan diterima di muka. Akun pendapatan diterima di muka ini terjadi ketika konsumen melakukan pembayaran dulu, namun belum mendapatkan jasa atau barang yang telah menjadi hak mereka.

Bagi sisi perusahaan, pendapatan diterima di muka ini diakui sebagai suatu utang bukan sebagai “pendapatan”. Hal ini karena perusahaan masih memiliki kewajiban dalam memenuhi pesanan dari konsumen.

Nah, jurnal penyesuaian dibutuhkan ketika perusahaan telah memenuhi sebagian maupun keseluruhan dari kewajiban mereka ini. Nantinya, jumlah pendapatan diterima di muka akan diakui sebagai pendapatan jasa setelah perusahaan menunaikan utangnya melalui jurnal penyesuaian. Berikut ini adalah contoh soal dan pencatatan untuk akun pendapatan diterima di muka.

Perusahaan Y memiliki suatu saldo akun pendapatan diterima di muka senilai Rp8.000.000,00. Saat akhir periode akuntansi ternyata perusahaan telah melunasi jasa pada konsumen senilai Rp3.500.000,00. Dengan begitu perusahaan masih memiliki utang pendapatan senilai Rp4.500.000,00.

TanggalKeterangan AkunRefDebitKredit
31 Des 2021Pendapatan Diterima di Muka Rp3.500.000,00 
    Pendapatan Jasa  Rp3.500.000,00

Depresiasi Peralatan

Hal lain yang perlu untuk diperiksa dalam penyusunan jurnal penyesuaian adalah peralatan perusahaan. Peralatan didefinisikan sebagai benda yang dibeli oleh perusahaan untuk tidak dijual kembali dan memiliki masa pakai lebih dari satu tahun.

Penyusutan pada peralatan perlu dicatat pada akhir periode pencatatan agar perusahaan mengetahui nilai riil dari peralatan. Berikut ini adalah contoh soal terkait penyusutan peralatan. Perusahaan Z memiliki peralatan yang nilainya menyusut sebesar Rp2000.000,00 dari yang sebelumnya bernilai Rp5000.000,00. Dengan ini berarti peralatan masih memiliki nilasi sebesar Rp3.000.000,00. Pencatatan kasus ini adalah sebagai berikut.

TanggalKeterangan AkunRefDebitKredit
31 Des 2021Beban Penyusutan Peralatan Rp2.000.000,00 
    Akumulasi Penyusutan Peralatan  Rp2.000.000,00

Jurnal penyesuaian membantu penyesuaian laporan keuangan menjadi lebih akurat. Melalui jurnal ini, perusahaan dapat melakukan penyesuaian atas akun seperti pendapatan dan beban dengan nilai yang riil dan up to date.

Nah, itu tadi adalah pembahasan seputar jurnal penyesuaian dalam akuntansi. Semoga artikel ini membantu kamu dalam pencatatan salah satu jurnal ini ya!

Referensi:

Weygandt, J. J., Kieso, D. E., Kimmel, P. D., Trenholm, B., Warren, V., & Novak, L. (2019). Accounting Principles, Volume 2. John Wiley & Sons.

Buku Besar

 

Buku Besar: Pengertian, Fungsi, Bentuk dan Contohnya

27 Mei 2022

/asset/media/Feature/Article/image-stock/15-EDM-PB---MC---PB-29-JULI-2020_2-CROSS-SELL-2-11.jpg

Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan perusahaan.

Buku besar adalah unsur penting dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan. Karena di dalamnya berisi berbagai akun untuk meringkas transaksi yang telah tercatat di jurnal. Buku ini juga berperan sebagai book of final entry atau tahap catatan terakhir dalam akuntansi.

 

Jadi, buku besar menjadi elemen penting dalam perusahaan. Guna memahami pengertian, fungsi, serta contoh buku besar akuntansi, Sobat OCBC dapat mengetahui selengkapnya melalui artikel berikut ini. Yuk simak sampai tuntas!

Pengertian Buku Besar

Buku besar adalah sarana untuk mendokumentasikan semua bentuk perubahan dalam suatu akun dikarenakan adanya transaksi keuangan. Isi dari buku ini adalah sejumlah perkiraan tentang ikhtisar dari pengaruh transaksi keuangan terhadap perubahan dalam akun yakni aktiva, modal dan kewajiban perusahaan.

 

Umumnya buku besar adalah buku utama dari segala catatan transaksi keuangan, segala jurnal akuntansi yang ada serta penggolongan rekening serupa. Buku besar juga menjadi dasar dari pembuatan laporan laba rugi dan laporan neraca. Buku besar dapat menjadi tempat memberikan informasi saldo serta nilai transaksi pada setiap kode perkiraan dalam periodenya.

Fungsi dan Manfaat Buku Besar

Fungsi buku besar adalah meringkas segala data transaksi yang telah tercatat dalam jurnal umum. Selain itu, fungsinya juga sebagai alat mengelompokkan data keuangan sesuai jumlahnya, mulai dari terbesar hingga terkecil.

 

Sementara manfaat buku besar adalah salah satunya membantu mempersiapkan dan menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya dan selesai tepat pada waktunya.

Bentuk Buku Besar

Buku besar memiliki beberapa bentuk sesuai dengan keperluan serta penggunaan akunnya. Berikut bentuk-bentuk buku besar adalah:

1. Buku Besar T

Salah satu bentuk buku besar adalah berbentuk T. Bentuk ini paling banyak digunakan karena bentuknya sangat sederhana, terlihat seperti huruf T besar. Buku besar T dipakai untuk keperluan analisis transaksi, juga menjelaskan mekanisme penggunaan akun.

2. Buku Besar Staffel

Bentuk berikutnya adalah staffel. Dicirikan dengan adanya bentuk halaman dan lajur saldo. Buku besar staffel kemudian terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu yang isinya 3 kolom dengan lajur saldo tunggal, dan ada juga dengan isi 4 kolom serta lajur saldo rangkap.

3. Buku Besar Skontro

Bentuk-bentuk buku besar yang terakhir adalah buku besar skontro, atau biasa disebut dengan bentuk dua kolom. Buku berbentuk skontro ini merupakan bentuk T dimana isinya lebih kompleks. Buku dengan bentuk ini banyak juga digunakan dalam perusahaan, karena cukup mudah namun tetap detail pada setiap catatan transaksi dan nominalnya.

Jenis Buku Besar

Selain bentuknya secara visual, buku besar juga terbagi-bagi ke dalam berbagai jenis menurut fungsinya masing-masing. Berikut jenis-jenis buku besar adalah:

1. Buku Besar Umum (General Ledger)

Pertama terdapat buku besar umum, yaitu rangkuman catatan segala perkiraan yang berdiri sendiri pada suatu periode tertentu. Isinya antara lain adalah kas, modal, persediaan utang, dan juga piutang. Buku besar jenis umum adalah ikhtisar pengaruh transaksi pada perubahan mencakup modal perusahaan, aktiva, serta kewajiban perusahaan.

2. Buku Besar Pembantu

Jenis-jenis buku besar berikutnya adalah buku besar pembantu, atau sering disebut juga sebagai buku tambahan. Buku besar ini berisi daftar rekening yang dengan khusus mencatat utang dan piutang usaha secara detail.

3. Buku Besar Kreditor (Creditors Ledger)

Berikutnya terdapat buku besar kreditor, yaitu tempat pengumpulan informasi hanya dari satu jurnal yakni pembelian. Fungsi buku besar jenis ini adalah memberikan informasi tentang berapa jumlah utang uang kita dan kepada siapa kita berhutang.

4. Buku Besar Debitor (Debtors Ledger)

Jenis-jenis buku besar yang terakhir adalah buku besar debitor. Yaitu tempat pengumpulan informasi dari jurnal penjualan saja. Manfaat buku besar jenis ini adalah memberikan pengetahuan tentang pelanggan mana yang memiliki utang dan berapa besar jumlahnya.

Cara Membuat Buku Besar

Secara umum, buku besar dibuat dengan menggunakan Ms Excel, beserta rumus-rumusnya. Berikut cara membuat buku besar adalah:

1. Tahap Persiapan

Proses membuat buku besar dilakukan ketika pencatatan setiap transaksi dalam buku jurnal telah selesai, baik transaksi penjualan, pembelian, penerimaan ataupun pengeluaran kas. Oleh karena itu, tahap pertama adalah mempersiapkan semuanya, lalu mulai membuat formulir buku besar. Memindahkan saldo dari jurnal dapat menggunakan fitur pada Excel.

2. Tahap Pembuatan pada Ms. Excel

Langkah selanjutnya dengan daftar yang telah ada, pilih nama akun atau rekening lalu atur menggunakan fitur data validation. Pilih menu validation criteriaallow, dan pilih list yakni data yang telah disiapkan.

 

Berikutnya, jumlahkan transaksi rekening di bagian kredit dan debit, serta hitung saldo rekening. Pada tahap ini, gunakan rumus SUMIF dalam Excel. Dengan menghitung selisih saldo debit dengan kredit, akan diperoleh hasil saldo rekening. Setelah itu bisa disesuaikan dengan jenis akun Anda.

 

Itulah penjelasan lengkap mulai dari pengertian buku besar, manfaat, bentuk-bentuk, sampai contohnya. Dengan memahami informasi tersebut, proses penyusunan laporan keuangan perusahaan dapat berjalan dengan baik. Karena pembuatan buku besar merupakan proses penting di dalamnya.

https://www.ocbcnisp.com/id/article/2022/05/27/buku-besar-adalah